05 Maret 2011

Sambutlah Kesedihan dengan Senyuman

Disaat Malam tiba. merenungkan setiap peristiwa yang dialami dalam keseharian. Mengikuti irama pendulum kehidupan. Kegembiraan dan kesedihan datang silih berganti. Banyak hal yang tidak pernah dimengerti. Kegembiraan disambut dengan penuh suka cita dan kesedihan selalu disambut dengan air mata.

Terkadang kita hanya memilih datangnya kegembiraan dan menolak datangnya kesedihan. Padahal kesedihan juga datangnya dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebagai wujud kasih sayangNya kepada kita. sebab dengan kesedihan Allah berkenan mengampuni dosa-dosa yang pernah kita lakukan. Sebagai sabda Nabi Muhammad yang mengingatkan kepada kita.

'Tidak seorang muslim menderita karena kesedihan, kedukaan, kesusahan, kepayahan, penyakit dan gangguan duri yang menusuk tubuh kecuali dengan itu Allah mengampunti dosa-dosanya' (HR. Bukhari).

Jika kita mengerti makna hadist ini, semua kesedihan akan mudah kita hadapi dengan lapang dada. Jika kita menerima disetiap kesedihan yang hadir pada diri kita dengan senyuman maka butiran-butiran air mata yang menetes menjadi titik-titk mutiara yang begitu indah. Sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

'Janganlah engkau bersikap lemah dan jangan pula engkau bersedih hati. Padahal engkaulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika engkau termasuk orang-orang yang beriman.' (QS. Ali Imran: 139).

Ayat diatas mengingatkan kepada kita agar menyambut setiap datangnya musibah, ujian, kesedihan dengan senyuman sebab kita adalah orang-orang yang derajatnya paling tinggi Allah menjanjikan hal-hal yang lebih baik dalam kehidupan kita sebagai pengganti kesedihan yang sedang kita alami pada saat ini.

14 Februari 2011

6 Kerusakan Valentine's Day

Alhamdulillahilladzi hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fih kama yuhibbu robbuna wa yardho. Allahumma sholli ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Banyak kalangan pasti sudah mengenal hari valentine (bahasa Inggris: Valentine’s Day). Hari tersebut dirayakan sebagai suatu perwujudan cinta kasih seseorang. Perwujudan yang bukan hanya untuk sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta. Namun, hari tersebut memiliki makna yang lebih luas lagi. Di antaranya kasih sayang antara sesama, pasangan suami-istri, orang tua-anak, kakak-adik dan lainnya. Sehingga valentine’s day biasa disebut pula dengan hari kasih sayang.


Cikal Bakal Hari Valentine

Sebenarnya ada banyak versi yang tersebar berkenaan dengan asal-usul Valentine’s Day. Namun, pada umumnya kebanyakan orang mengetahui tentang peristiwa sejarah yang dimulai ketika dahulu kala bangsa Romawi memperingati suatu hari besar setiap tanggal 15 Februari yang dinamakan Lupercalia. Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan dijadikan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.

Ketika agama Kristen Katolik menjadi agama negara di Roma, penguasa Romawi dan para tokoh agama katolik Roma mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Book Encyclopedia 1998).

Kaitan Hari Kasih Sayang dengan Valentine

The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” yang dimaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (The World Book Encyclopedia, 1998).

Versi lainnya menceritakan bahwa sore hari sebelum Santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati sebagai pahlawan karena memperjuangkan kepercayaan), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu”. (Sumber pembahasan di atas: http://id.wikipedia.org/ dan lain-lain)

Dari penjelasan di atas dapat kita tarik kesimpulan:

1. Valentine’s Day berasal dari upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme dan kesyirikan.
2. Upacara Romawi Kuno di atas akhirnya dirubah menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day atas inisiatif Paus Gelasius I. Jadi acara valentine menjadi ritual agama Nashrani yang dirubah peringatannya menjadi tanggal 14 Februari, bertepatan dengan matinya St. Valentine.
3. Hari valentine juga adalah hari penghormatan kepada tokoh nashrani yang dianggap sebagai pejuang dan pembela cinta.
4. Pada perkembangannya di zaman modern saat ini, perayaan valentine disamarkan dengan dihiasi nama “hari kasih sayang”.

Sungguh ironis memang kondisi umat Islam saat ini. Sebagian orang mungkin sudah mengetahui kenyataan sejarah di atas. Seolah-olah mereka menutup mata dan menyatakan boleh-boleh saja merayakan hari valentine yang cikal bakal sebenarnya adalah ritual paganisme. Sudah sepatutnya kaum muslimin berpikir, tidak sepantasnya mereka merayakan hari tersebut setelah jelas-jelas nyata bahwa ritual valentine adalah ritual non muslim bahkan bermula dari ritual paganisme.

Selanjutnya kita akan melihat berbagai kerusakan yang ada di hari Valentine.

Kerusakan Pertama: Merayakan Valentine Berarti Meniru-niru Orang Kafir

Agama Islam telah melarang kita meniru-niru orang kafir (baca: tasyabbuh). Larangan ini terdapat dalam berbagai ayat, juga dapat ditemukan dalam beberapa sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan hal ini juga merupakan kesepakatan para ulama (baca: ijma’). Inilah yang disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab beliau Iqtidho’ Ash Shiroth Al Mustaqim (Ta’liq: Dr. Nashir bin ‘Abdil Karim Al ‘Aql, terbitan Wizarotusy Syu’un Al Islamiyah).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar kita menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى لاَ يَصْبُغُونَ ، فَخَالِفُوهُمْ

“Sesungguhnya orang Yahudi dan Nashrani tidak mau merubah uban, maka selisihlah mereka.” (HR. Bukhari no. 3462 dan Muslim no. 2103) Hadits ini menunjukkan kepada kita agar menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani secara umum dan di antara bentuk menyelisihi mereka adalah dalam masalah uban. (Iqtidho’, 1/185)

Dalam hadits lain, Rasulullah menjelaskan secara umum supaya kita tidak meniru-niru orang kafir. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ [hal. 1/269] mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaiman dalam Irwa’ul Gholil no. 1269). Telah jelas di muka bahwa hari Valentine adalah perayaan paganisme, lalu diadopsi menjadi ritual agama Nashrani. Merayakannya berarti telah meniru-niru mereka.

Kerusakan Kedua: Menghadiri Perayaan Orang Kafir Bukan Ciri Orang Beriman

Allah Ta’ala sendiri telah mencirikan sifat orang-orang beriman. Mereka adalah orang-orang yang tidak menghadiri ritual atau perayaan orang-orang musyrik dan ini berarti tidak boleh umat Islam merayakan perayaan agama lain semacam valentine. Semoga ayat berikut bisa menjadi renungan bagi kita semua.

Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا

“Dan orang-orang yang tidak menyaksikan perbuatan zur, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (QS. Al Furqon [25]: 72)

Ibnul Jauziy dalam Zaadul Maysir mengatakan bahwa ada 8 pendapat mengenai makna kalimat “tidak menyaksikan perbuatan zur”, pendapat yang ada ini tidaklah saling bertentangan karena pendapat-pendapat tersebut hanya menyampaikan macam-macam perbuatan zur. Di antara pendapat yang ada mengatakan bahwa “tidak menyaksikan perbuatan zur” adalah tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Inilah yang dikatakan oleh Ar Robi’ bin Anas.

Jadi, ayat di atas adalah pujian untuk orang yang tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Jika tidak menghadiri perayaan tersebut adalah suatu hal yang terpuji, maka ini berarti melakukan perayaan tersebut adalah perbuatan yang sangat tercela dan termasuk ‘aib (Lihat Iqtidho’, 1/483). Jadi, merayakan Valentine’s Day bukanlah ciri orang beriman karena jelas-jelas hari tersebut bukanlah hari raya umat Islam.

Kerusakan Ketiga: Mengagungkan Sang Pejuang Cinta Akan Berkumpul Bersamanya di Hari Kiamat Nanti

Jika orang mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan mendapatkan keutamaan berikut ini.

Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَتَّى السَّاعَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ

“Kapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?”

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,

مَا أَعْدَدْتَ لَهَا

“Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?”

Orang tersebut menjawab,

مَا أَعْدَدْتُ لَهَا مِنْ كَثِيرِ صَلاَةٍ وَلاَ صَوْمٍ وَلاَ صَدَقَةٍ ، وَلَكِنِّى أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ

“Aku tidaklah mempersiapkan untuk menghadapi hari tersebut dengan banyak shalat, banyak puasa dan banyak sedekah. Tetapi yang aku persiapkan adalah cinta Allah dan Rasul-Nya.”

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,

أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

“(Kalau begitu) engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain di Shohih Bukhari, Anas mengatakan,

فَمَا فَرِحْنَا بِشَىْءٍ فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – « أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ » . قَالَ أَنَسٌ فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّى إِيَّاهُمْ ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ

“Kami tidaklah pernah merasa gembira sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Anta ma’a man ahbabta (Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai).”

Anas pun mengatakan,

فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّى إِيَّاهُمْ ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ

“Kalau begitu aku mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, dan ‘Umar. Aku berharap bisa bersama dengan mereka karena kecintaanku pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka.”

Bandingkan, bagaimana jika yang dicintai dan diagungkan adalah seorang tokoh Nashrani yang dianggap sebagai pembela dan pejuang cinta di saat raja melarang menikahkan para pemuda. Valentine-lah sebagai pahlawan dan pejuang ketika itu. Lihatlah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas: “Kalau begitu engkau bersama dengan orang yang engkau cintai”. Jika Anda seorang muslim, manakah yang Anda pilih, dikumpulkan bersama orang-orang sholeh ataukah bersama tokoh Nashrani yang jelas-jelas kafir?

Siapa yang mau dikumpulkan di hari kiamat bersama dengan orang-orang kafir[?] Semoga menjadi bahan renungan bagi Anda, wahai para pengagum Valentine!

Kerusakan Keempat: Ucapan Selamat Berakibat Terjerumus Dalam Kesyirikan dan Maksiat

“Valentine” sebenarnya berasal dari bahasa Latin yang berarti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. (Dari berbagai sumber)

Oleh karena itu disadari atau tidak, jika kita meminta orang menjadi “To be my valentine (Jadilah valentineku)”, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala.

Kami pun telah kemukakan di awal bahwa hari valentine jelas-jelas adalah perayaan nashrani, bahkan semula adalah ritual paganisme. Oleh karena itu, mengucapkan selamat hari kasih sayang atau ucapan selamat dalam hari raya orang kafir lainnya adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca: ijma’ kaum muslimin), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Ahkamu Ahlidz Dzimmah (1/441, Asy Syamilah). Beliau rahimahullah mengatakan, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal atau selamat hari valentine, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya. Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya.”

Kerusakan Kelima: Hari Kasih Sayang Menjadi Hari Semangat Berzina

Perayaan Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.

Dalam semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang. Na’udzu billah min dzalik.

Padahal mendekati zina saja haram, apalagi melakukannya. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’ [17]: 32)

Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan ‘Janganlah melakukannya’. Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang.

Kerusakan Keenam: Meniru Perbuatan Setan

Menjelang hari Valentine-lah berbagai ragam coklat, bunga, hadiah, kado dan souvenir laku keras. Berapa banyak duit yang dihambur-hamburkan ketika itu. Padahal sebenarnya harta tersebut masih bisa dibelanjakan untuk keperluan lain yang lebih bermanfaat atau malah bisa disedekahkan pada orang yang membutuhkan agar berbuah pahala. Namun, hawa nafsu berkehendak lain. Perbuatan setan lebih senang untuk diikuti daripada hal lainnya. Itulah pemborosan yang dilakukan ketika itu mungkin bisa bermilyar-milyar rupiah dihabiskan ketika itu oleh seluruh penduduk Indonesia, hanya demi merayakan hari Valentine. Tidakkah mereka memperhatikan firman Allah,

وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ [17]: 26-27). Maksudnya adalah mereka menyerupai setan dalam hal ini. Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu pada jalan yang keliru.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim)

Penutup

Itulah sebagian kerusakan yang ada di hari valentine, mulai dari paganisme, kesyirikan, ritual Nashrani, perzinaan dan pemborosan. Sebenarnya, cinta dan kasih sayang yang diagung-agungkan di hari tersebut adalah sesuatu yang semu yang akan merusak akhlak dan norma-norma agama. Perlu diketahui pula bahwa Valentine’s Day bukan hanya diingkari oleh pemuka Islam melainkan juga oleh agama lainnya. Sebagaimana berita yang kami peroleh dari internet bahwa hari Valentine juga diingkari di India yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. Alasannya, karena hari valentine dapat merusak tatanan nilai dan norma kehidupan bermasyarakat. Kami katakan: “Hanya orang yang tertutup hatinya dan mempertuhankan hawa nafsu saja yang enggan menerima kebenaran.”

Oleh karena itu, kami ingatkan agar kaum muslimin tidak ikut-ikutan merayakan hari Valentine, tidak boleh mengucapkan selamat hari Valentine, juga tidak boleh membantu menyemarakkan acara ini dengan jual beli, mengirim kartu, mencetak, dan mensponsori acara tersebut karena ini termasuk tolong menolong dalam dosa dan kemaksiatan. Ingatlah, Setiap orang haruslah takut pada kemurkaan Allah Ta’ala. Semoga tulisan ini dapat tersebar pada kaum muslimin yang lainnya yang belum mengetahui. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah kepada kita semua.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shollallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Panggang, Gunung Kidul, 12 Shofar 1430 H
Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslim.or.id
Possting Blog : Ronnie Axel

28 Januari 2011

Words of Motivation

If you're correct, do not be too bold and if you're scared, do not be too scared. Because balance is a determinant of attitude accuracy of your success journey

Our task is not to succeed. Our task is to try, because in trying that we find and learn to build an opportunity to succeed

You just close to them that you like. And often you do not avoid people who you dislike, but from him that you will recognize the new viewpoint

People who stop learning will be the owner of the past. The people who still continue to learn, will become the future owner

Leave the pleasures of life that hinder the achievement of brilliance in desire. And be careful, because some pleasures are way excited to failure

Do not resist change just because you are afraid of losing that has been held, because with him you are degrading the value that you can achieve through the change

You will not be successfully become a new person when you are determined to retain your old ways. You will be called new, but only if you are new ways

The accuracy of attitude is the foundation of all accuracy. There is no barrier to success when your attitude right, and no one can help if you have the wrong attitude

Elderly people who are opportunity-oriented young people who have never ripen, but the youth-oriented security, has been aging since the young

Only people who can dare to be afraid, because courage is doing something that is feared. So, if feel afraid, you will have the opportunity to be brave

The biggest strength that is able to beat stress is the ability to choose the right thoughts. You will become more peaceful if you think is the way out the problem.

Do not ever tear down a fence without knowing why it was founded. Never ignore good guidance without knowing the bad things that later you can

Someone who refused to renew his work in ways that no longer produce, act like people who continue to squeeze the straw to get coconut milk


We honor the poor more than rich people who brave the cowards. Because actually have clear differences in the quality of future will they achieve

If we only do what we already know, when we will get new knowledge? We do not yet know is the door to knowledge

Do not just avoid the impossible. By trying something that is not possible, you will be able to achieve the best of what you might accomplish.


If you are looking for money, you will be forced to seek the best service. But if you put good service, then you are the money will be sought


All the time is right time to do something good. Do not be parents who are still doing something that should be done when young.

No pricing over time, but time is precious. Pick the time does not make us rich, but use it well is the source of all wealth

The people who ask for more salary usually can not be more, but who do more and quality will get better. Do not peck energy you spend on a salary you get, but based on the results that you can contribute to the survival and profitability of your company.



Golday Way (Mario Teguh)
Possting : Ronnie Axel

Kecantikan Istri Hanya untuk suami

Al-Barquni mengatakan,

“Kecantikan seorang wanita dan keindahan dirinya adalah landasan kecenderungan laki-laki dan keterpika tannya. Pilar keindahan adalah kebersihan, maka seharusnya istri mewaspadai pandangan suaminya tertuju pada sesuatu yang menjijikkan dan memuakkan, baik itu berupa kotoran, kekusutan, bau busuk atau lainnya”.

Mungkin pertama kali yang menjadikan pria tertarik kepada wanita adalah kecantikan dan penampilannya yang manis. Tetapi sayangnya, sebagian wanita melupakan kenyataan ini, sehingga mereka mengabaikan dirinya sedikit demi sedikit. Akibatnya,sang suami melihatnya dirumah dengan penampilan yang tidak enak dipandang, dalam keadaan rambut acak-acakan, atau bersikap cuek, dan juga mencium “aroma dapur” dari badannya, selalu mengenakan pakaian yang digunakan untuk mengerjakan pekerjaan rumah, tidak memperhatikan insting, etika,sisi-sisi psikologis, dan kecantikan .Bahkan mereka masih saja mengabaikan setelah dikaruniai beberapa orang anak, karena pada saat itu ia menyangka telah mengikat suaminya, dan meyakini bahwa suaminya tidak akan bisa lari darinya.

Ini adalah kesalahan fatal, karena bisa merusak penampilan yang telah digambarkan oleh seorang pria tentang wanita disaat menikahinya.Tidak diragukan lagi bahwa hi langnya kecantikan seorang istri dari pandangan suaminya akan mengakibatkan dampak yang sangat buruk. Misalnya, kita sering menemukan ada seorang wanita cantik yang diabaikan suaminya. Bahkan, sang suami lebih cenderung mencari wanita lain. Sementara itu, disisi lain kita menemukan wanita lain yang kurang begitu cantik tetapi dapat menarik hati dan perasaan suaminya dengan memelihara kelembutannya, menjaga kebersihan, perhiasan dan pakaiannya .Kehancuran mayoritas rumah tangga bisa di pastikan berawal dari permasalahan ini.

Oleh sebab itu,Tanggung jawab seorang wanita muslimah adalah menyediakan segala faktor ketenangan, kenyamanan, ketentraman, dan kasih sayang bagi suami, sementara tanggung jawab suami adalah berusaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup, peralatan dan barang-barang yang diperlukan istrinya.

Sudah seharusnya seorang istri berhias berharum-haruman, dan mempercantik dirinya di rumah khusus, untuk suaminya saja, berapa banyak wanita yang tidak begitu cantik bisa memiliki hati dan perasaan suaminya dengan menjaga kebersihan, pakaian, keindahan penampilan dan tutur kata yang manis.

Seorang wanita Muslimah pasti ingin menjadi penghuni surga-Nya, dengan menyadari bahwa sesungguhnya keindahan merupakan ajakan yang kuat bagi rangsangan seksual laki-laki dan memenuhi keinginannya menjadi lebih baik untuk penampilan seorang wanita, serta akan lebih mengekalkan kasih dan sayang.Abul Al-Faraj berkata:

“Sesungguhnya istri akan mendapat perhatian suaminya setelah sempurna penampilan dan kecantikannya seharusnyalah istri membiasakan diri dalam hal menjaga kebersihan dan penampilan yang indah, memakai segala sesuatu yang menabah kecantikannya, baik itu perhiasan ataupun pakaian, bentuk-bentuk perhiasan ini harus disesuaikan dengan persetujuan dan yang disukai oleh suaminya. Hendaklah ia mewaspadai pandangan suaminya tertuju kepada sesuatu yang tidak di sukainya seperti kotoran, bau yang tidak enak,a tau perubahan yang dibenci pada dirinya. Bahaya yang muncul saat ia mengabaikan hal tersebut akan menimpa dirinya sendiri. Sangat ditakutkan apabila suaminya mengetahui peremehan tersebut, dan kemudian ia melayangkan pandangan pada wanita lain”.

Tujuan menyuruh kaum wanita mempercantik diri untuk suaminya bukanlah untuk menghabiskan waktu di depan cermin sambil mengagumi kecantikan dirinya, atau panjang rambutnya atau tinggi badannya. Sesungguhnya membanggakan diri sendiri merupakan tanda kelemahan akal seseorang, tujuan sebenarnya adalah membiasakan diri dalam kebersihan dan kerapian, hal itu termasuk menertibkan rambut, merapikan pakaian tanpa ada tanda-tanda di buat-buat atau terbebankan.

Alangkah mulianya seorang wanita ketika suaminya akan datang ,ia segera bersiap-siap untuk menemuinya dengan penampilan yang sebaik-baiknya mulai dari kebersihan pakaian, keceriaan wajah dan senyum simpulnya, karena istri manapun jika menyambut suaminya dengan penampilan begini pasti suaminya akan merasakan kehormatan dan kedudukan yang mulia.

Sejumlah ahli hikmah mengatakan,“Kehidupan yang panjang ini akan terasa pendek oleh istri yang ceria, berseri-seri, terpercaya,dan shalihah, sedangkan penderitaan banyak disebabkan oleh istri kasar yang tidak memberikan ketenangan jiwa saat bergaul dengannya, tidak memberikan keteduhan saat melihatnya”.

Sebuah peribahasa mengatakan :

“Kasih sayang adalah badan; sedangkan wajahnya adalah muka yang berseri-seri”.

Merupakan kewajiban istri untuk memperindah diri bagi sang suami dengan membersihkan badan yang juga men cakup pakaian,karena tidak diragukan lagi bahwa istri ya ng mengabaikan keindahan dirinya berarti ia sedang beru saha untuk menjauhkan suaminya dengan tangannya sen diri dan bisa saja akhirnya suaminya terlempar dipangku an wanita lain.Hendaklah ia membersihkan diri sebelum kedatangan suaminya dari kesibukan kerja dan memakai pakaian yang pantas seakan-akan ia sedang menunggu pangeran yang tampan.

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Poss : Ronnie Axel

Inspirasi : Renungan & Kisah Inspiratif

24 Desember 2010

Letakan Dunia pada tangan mu dan Akhirat pada Hati mu ...

Berangkat dari banyaknya permasalahan yang terjadi pada zaman modern ini, pada negeri ini, sesungguhnya pokok permasalahan ada pada masalah akhlak. Apa yang kita dapat ambil pelajaran dari perilaku penguasa, pengusaha, artis, pekerja, orang-orang tua, generasi muda, mahasiswa, pelajar atau rakyat pada umumnya bermasalah karena akhlak mereka. Mereka yang dzalim, korupsi, kolusi, mafia kasus/hukum, berzina, pornografi, narkotika, miras, berkelahi/kerusuhan, gaya hidup berlebihan, rakus dan cinta dunia dan perbuatan buruk lainnya pada dasarnya timbul dari akhlak yang buruk. Mereka melakukan kerusakan di muka bumi.

Untuk itu kita perlu mensosialisasikan tentang akhlakul karimah. Akhlakul karimah adalah keadaan sadar dan perilaku/perbuatan secara sadar dan mengingat Allah (zikrullah). Selain sosialisasi , wajib kita memasukkan tentang akhlakul karimah kedalam sistem pendidikan agar dihasilkan sumber daya manusia yang berakhlakul karimah.

Dalam tulisan kali ini, Insyaallah saya mencoba menguraikan tentang akhlakul karimah.
Kunci Keselamatan Dunia dan Akhirat

Kita, muslim sudah paham dan sering mengucapkan doa keselamatan dunia dan akhirat berdasarkan firman Allah yang artinya,

“Dan di antara mereka ada orang yang bendo’a: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka” (QS Al Baqarah [2] : 201 )

Selain berdoa kita diwajibkan mengiringinya dengan ikhtiar atau upaya.

Apakah ikhtiar atau upaya kita menuju keselamatan dunia dan akhirat ?

Kuncinya adalah berupaya menjadi hamba-hamba Allah yang sholeh (‘ibaadillaahish shoolihiin), mukmin yang sholeh, mukmin yang berakhlakul karimah, mukmin yang terbaik, mukmin yang ihsan atau muhsin, Mukmin yang seolah-olah melihatNya atau miminal mukmin yang yakin bahwa Allah melihat kita.

Kunci keselamatan dunia dan akhirat berdasarkan doa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mi’raj dan menghadap Allah Subhaanahu wa Ta‘ala.

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam membaca, “Assalaamu’alaina wa’alaa ‘ibaadillaahish shoolihiin” yang artinya “Keselamatan semoga bagi kami dan hamba-hamba Allah yang sholeh”. Do’a yang selalu kita baca pula setiap sholat.

Pokok-pokok ajaran dalam agama Islam adalah

Islam (rukun Islam / fikih),
Iman (rukun Iman / Usuluddin/I’tiqad),
Ihsan (akhlak / tasawuf)

Berdasarkan pokok-pokok ajaran dalam agama Islam maka tingkatan manusia sebagai berikut:

Muslim (muslimin) => Mukmin (mukminin) => Muhsin (muhsinin)

Tingkatan pertama (paling rendah) dalam tingkatan muhsin (muhsinin) adalah “selalu merasa dilihat Allah”. Sampai disini belum muncul akhlakul karimah.

Barulah ketika merasakan seolah-olah melihat Allah (tingkatan kedua) akan muncul akhlak tersebut sehingga mencapai muslim yang sholeh sebagaimana yang telah dicapai pula oleh Salafush sholeh atau “‘ibaadillaahish shoolihiin” , hamba-hamba Allah yang sholeh

Dzikir jahar dan dzikir khofi dapat kita lakukan dalam upaya untuk selalu mengingat Allah yang merupakan sebuah latihan untuk memunculkan akhlakul karimah karena selalu merasa dilihat Allah.

Rumusan sederhananya,

“Seolah-olah melihatNya” = Akhlakul karimah = Keadaan sadar dan perilaku/perbuatan secara sadar dan mengingat Allah.

Oleh karenanya dalam Al-Qur’an selalu diingatkan untuk orang-orang mukmin untuk meningkatkan diri untuk mencapai tingkatan muhsin (muhsinin) dengan contoh keadaan sadar an perilaku/perbuatan secara sadar dan mengingat Allah yakni, sabar, shalat dan zakat

“Hai orang-orang yang beriman (mukmin), jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar“. ( QS al Baqarah [2] : 153 )”

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati“. (QS al Baqarah [2]: 277 )

“Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah)“. (QS al Maaidah [5] : 55 )

Sabar adalah contoh keadaan sadar (akhlak) dan mengingat Allah dalam hubungannya dengan Allah dan Manusia.
Sholat adalah contoh perbuatan yang dilakukan secara sadar dan mengingat Allah dalam hubungannya dengan Allah
Zakat adalah contoh perbuatan yang dilakukan secara sadar dan mengingat Allah dalam hubungannya antar manusia.

Melihat hasil dari keyakinan

Untuk menjelaskan tentang ‘Seolah-olah melihatNya”, marilah kita ambil hikmah dari cerita anak dan ayah yang berjalan dalam kegelapan malam.

Syaikh ibnu Athoillah mengatakan “Orang yang ikut mengatur bersama Allah adalah seperti anak yang pergi bersama ayahnya. Keduanya berjalan di malam hari. Karena menyayangi anaknya, sang ayah senantiasa mengawasi dan memperhatikannya tanpa diketahui sang anak. Anak itu tidak bisa melihat ayahnya karena malam yang teramat gelap. Ia meresahkan keadaan dirinya dan tidak tahu apa yang harus diperbuat. Ketika cahaya bulan menyinari dan ia melihat ayahnya dekat kepadanya, keresahannya sirna. Ia tahu ayahnya begitu dekat dengannya. Kini ia merasa tidak perlu ikut mengurus dirinya karena segala sesuatu telah diperhatikan oleh ayahnya. Seperti itulah orang mengatur untuk dirinya. Ia melakukannya karena berada dalam kegelapan – terputus dari Allah. Ia tidak merasakan kedekatan Allah. Andaikata bulan tauhid atau mentari makrifat menyinarinya, tentu ia melihat Tuhan begitu dekat, sehingga ia malu untuk mengatur dirinya dan merasa cukup dengan pengaturan Allah”.

Anak itu melihat ayahnya, setelah lepas dari kegelapan malam karena cahaya bulan ===> timbul keyakinan ===> keresahannya sirna, anak itu yakin bahwa ayahnya begitu dekat, anak itu merasa (yakin) tidak perlu mengurus dirinya karena segala sesuatu telah diperhatikan oleh ayahnya, anak itu yakin bahwa ayahnya mengawasi (melihat) dirinya.

Intinya, Anak itu melihat ayahnya ===> maka timbul keyakinan.

Sedangkan kita terhadap Allah kebalikan dari hal ini.
Dari keyakinan yang ada ===> maka timbul (mendapatkan karuniaNya) seolah-olah melihatNya.

Keyakinan bahwa Allah melihat/mengawasi kita. Berdasarkan firman Allah yang artinya,
“Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (QS al Hujurat [49]:18 )

Keyakinan bahwa Allah mengurus kita. Berdasarkan firman Allah yang artinya,
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya” (QS Ali Imran [3]:2 )

Keyakinan bahwa Allah itu dekat. Berdasarkan firman Allah yang artinya,
“Dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat” (QS Al-Waqi’ah [56] : 85 ).
“Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. Qaaf [50] : 16 )

Berdasarkan keyakinan-keyakinan diatas dan keyakinan yang lainnya maka kita dapat merasakan seolah-olah melihatNya, mengalami kebersamaan dengan Allah (Billah) , bertemu dengan Allah di dunia.

Selanjutnya kita berupaya menjaga dan memelihara keyakinan-keyakinan (iman) tersebut sampai akhirat kelak dimana pertemuan dengan Allah sesungguhnya dengan wajah berseri-seri.
Firman Allah yang artinya,
“Wajah-wajah (orang-orang mu’min) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat.” (QS Al Qiyaamah [75] : 22-23 )

Upaya menjaga dan memelihara keyakinan-keyakinan (iman) itulah yang disebut dengan taqwa kepada Allah, sedangkan kunci taqwa adalah akhlakul karimah = Keadaan sadar atau perilaku yang sadar dan mengingat Allah. Kata Taqwa merupakan kata serapan dari bahasa Arab, yang artinya adalah memelihara atau menjaga

Akhlakul karimah, mengingat Allah (zikrullah) inilah yang memotivasi kita untuk menjadi muslim yang sholeh (‘ibaadillaahish shoolihiin), memotivasi kita mentaati perintahNya dan menjauhi laranganNya sehingga kita dapat menjadi orang-orang yang mulia di sisi Allah, pada shaf-shaf terdepan dan terdekat dengan Allah, dekat dengan Tauladan kita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, para Nabi dan Rasul Allah, para Salafush Sholeh, para muslim pilihan Allah.

Terlintas di benak.

“Seolah-olah melihatNya” , kata “melihat” ini sebaiknya tidak dimaknai secara dzahir sehingga mengharapkan akan terlintas, terbentuk, tergambar dalam benak.

Al Imam Ahmad ibn Hanbal dan al Imam Dzu an-Nun al Mishri (W. 245 H) salah seorang murid terkemuka al Imam Malik menuturkan kaidah yang sangat bermanfaat dalam ilmu Tauhid:
Maknanya: “Apapun yang terlintas dalam benak kamu (tentang Allah), maka Allah tidak seperti itu“. Perkataan ini dikutip dari Imam Ahmad ibn Hanbal oleh Abu al Fadll at-Tamimi dalam kitabnya I’tiqad al Imam al Mubajjal Ahmad ibn Hanbal dan diriwayatkan dari Dzu an-Nun al Mishri oleh al Hafizh al Khathib al Baghdadi dalam Tarikh Baghdad. Dan ini adalah kaidah yang merupakan Ijma’ (konsensus) para ulama. Karena tidaklah dapat dibayangkan kecuali yang bergambar. Dan Allah adalah pencipta segala gambar dan bentuk, maka Ia tidak ada yang menyerupai-Nya.

Al Imam asy-Syafi’i -semoga Allah meridlainya– berkata: “Barang siapa yang berusaha untuk mengetahui pengatur-Nya (Allah) hingga meyakini bahwa yang ia bayangkan dalam benaknya adalah Allah, maka dia adalah musyabbih (orang yang menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya), kafir.
Dan jika dia berhenti pada keyakinan bahwa tidak ada tuhan (yang mengaturnya) maka dia adalah mu’aththil -atheis- (orang yang meniadakan Allah).
Dan jika berhenti pada keyakinan bahwa pasti ada pencipta yang menciptakannya dan tidak menyerupainya serta mengakui bahwa dia tidak akan bisa membayangkan-Nya maka dialah muwahhid (orang yang mentauhidkan Allah); muslim”. (Diriwayatkan oleh al Bayhaqi dan lainnya)

Melihat dibalik ciptaanNya

“Seolah-olah melihatNya”, mata kepala kita melihat benda/makhluk atau ciptaanNya tapi akal dan qalbu / mata hati (bashirah) melihat siapa Pencipta semuanya.

Mata hati (bashirah) melihat Allah di balik semuanya.

Begitulah seolah-olah melihat Allah.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Al Imam asy-Syafi’i -semoga Allah meridlainya–

“Jika berhenti pada keyakinan bahwa pasti ada pencipta yang menciptakannya dan tidak menyerupainya serta mengakui bahwa dia tidak akan bisa membayangkan-Nya maka dialah muwahhid (orang yang mentauhidkan Allah); muslim“

Seolah-olah melihatNya termasuk ulil albab (orang-orang berakal), sebagaimana firman Allah yang artinya

“yakni, orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka“. (QS Ali Imran : 191).

Muslim yang dapat merasakan seolah-olah melihatNya, dalam kehidupannya akan dapat “bercengkerama” atau berinteraksi dengan Allah, berinteraksi melalui firman-firmanNya. Muslim yang akan menikmati apa-apa yang telah diputuskan atau dipilihkan Allah untuk kita

Keniikmatan ini sesuai dengan nasehat (diwan) Al Imam asy-Syafi’i -semoga Allah meridlainya– bahwa
“Orang yang hanya mempelajari ilmu fiqih tapi tidak mau menjalani tasawuf / akhlakul karimah, maka hatinya tidak dapat merasakan kelezatan / kenikmatan takwa” Jadi untuk mendapatkan kenikmatan taqwa maka kita harus menjalankan tasawuf. Ingat menjalankan tasawuf, bukan memahami tasawuf karena tasawuf adalah keadaan, perilaku atau perbuatan.

Intinya kita wajib menjaga dan memelihara keadaan sadar atau perilaku yang sadar dan mengingat Allah.

Muslim yang sholeh, muslim yang Ihsan, muslim yang seolah-olah melihatNya dalam menjalankan kehidupan di dunia tidak akan khawatir dan bersedih hati karena dapat merasakan bahwa Allah bersama kita (Billah), sebagaimana firman Allah yang artinya,

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS al Baqarah [2]: 277 )

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram” (QS Ar Ra’d [13] : 28 )

“Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir” (QS at Taubah [9]: 26 ).

“Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mu’min dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat-takwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS al Fath [48] : 26)

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (QS Al Baqarah [2]: 153)

“….Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS al Ankabut [29] : 45 )

Allah beserta orang-orang beriman (mukmin) yang sabar (akhlakul karimah) yang bisa menjadikan sholat sebagai mengingat Allah.

Muslim ====> Mukmin ==== > Mukmin yang sabar = Muhsin = Muslim yang Sholeh (‘ibaadillaahish shoolihiin) = Hamba-hamba Allah yang menuju keselamatan dunia maupun Akhirat

Amin

Wassalam

Bagi mereka yg mencari Mawaddah (kasih), Sakinah (ketentraman) dan Rahmah (sayang) dalam Keluarga.

Bismillahirrahmaanirahiim


Dengan kerendahan hati mari kita simak pesan2 Al-qur'an tentang tujuan hidup yang sebenarnya Nasehat ini untuk semuanya ...........Untuk mereka yang sudah memiliki arah.........Untuk mereka yang belum memiliki arah.........dan untuk mereka yang tidak memiliki arah.nasehat ini untuk semuanya.......Semua yang menginginkan kebaikan.


Saudaraku.............Nikah itu ibadah.......Nikah itu suci,ingat itu......Memang nikah itu bisa karena harta, bisa karena kecantikan, bisa karena keturunan dan bisa karena agama.Jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun kecantikan sebagai alasan............karena semua itu akan menyebabkan celaka.Jadikan agama sebagai alasan........Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.


Saudaraku..........Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta........Namun......jika cinta engkau jadikan sebagai landasan, maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur.Jadikanlah " ALLAH " sebagai landasan......Niscaya engkau akan selamatTidak saja dunia, tapi juga akherat.......Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan......Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai.


Saudaraku...........Jangan engkau menginginkan menjadi raja dalam "istanamu"...... disambut istri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan.......Jika ini kau lakukan " istanamu " tidak akan langgeng.....Lihatlah manusia ter-agung Rasulullah saw.... tidak marah ketika harus tidur di depan pintu, beralaskan sorban, karena sang istri tercinta tidakmendengar kedatangannya.Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan tersaji dihadapannya ketika lapar........Menjahit bajunya yang robek........


Saudaraku.........Jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam "istanamu "........Disayang, dimanja dan dilayani suami......Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu........Jika itu engkau lakukan " istanamu " akan menjadi neraka bagimu


Saudaraku............Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu.........Jangan engkau terlalu menuruti istrimu......Jika itu engaku lakukan akan celaka....Engaku tidak akan dapat melihat yang hitam dan yang putih, tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah.....Lihatlah bagaimana Allah menegur " Nabi "-mu tatkala mengharamkan apa yang Allah halalkan hanya karena menuruti kemauan sang istri.Tegaslah terhadap istrimu.................Dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah.......Jangan biarkan dia dengan kehendaknya........Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth...........Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka menjadi penentang.....Istrimu bisa menjadi musuhmu...........Didiklah istrimu........Jadikanlah dia sebagai Hajar, wanita utama yang loyal terhadap tugas suami, Ibrahim. Jadikan dia sebagai Maryam, wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya......Jadikan dia sebagai Khadijah, wanita utama yang bisa mendampingi sang suami Rasulullah saw menerima tugas risalah.....Istrimu adalah tanggung jawabmu....Jangan kau larang mereka taat kepada Allah.....Biarkan mereka menjadi wanita shalilah....Biarkan mereka menjadi Hajar atau Maryam........Jangan kau belenggu mereka dengan egomu...



Saudaraku.......Jika engkau menjadi istri.........Jangan engkau paksa suamimu menurutimu......Jangan engkau paksa suamimu melanggar Allah......siapkan dirimu untuk menjadi Hajar, yang setia terhadap tugas suami.....Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa menjaga kehormatannya....Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa yang bisa mendampingi suami menjalankan misi.Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu....Jangan kau usik suamimu dengan tangismu....Jika itu kau lakukan.....Kecintaannya terhadapmu akan memaksanya menjadi pendurhaka..............

wassalam....

9 Tanda Perilaku Pasangan Sudah Tak Sehat

Menjalin hubungan berpasangan yang sehat dan nyaman tak selamanya mudah. Seringkali pasangan berkonflik karena perilakunya yang tak menyenangkan. Kenali perilaku pasangan yang tak sehat, cari solusinya, atau cobalah menghindari perilaku yang membuat hubungan tak sehat.





1. Terlalu kritis

Kritik yang membangun berdampak positif bagi orang lain, namun belum tentu berlaku bagi pasangan. Bersikap terlalu kritis atau kritik pedas kepada pasangan hanya akan membuat si dia merasa tak nyaman. Jadi sebaiknya, berkomentarlah saat pasangan memang memintanya. Berbaik hatilah kepada pasangan dengan lebih sering memberikan pujian daripada kritikan tajam.



2. Karier segalanya

Pekerjaan dan karier memang penting bagi setiap orang. Bahkan pasangan juga turut berbangga dengan kesuksesan Anda. Namun tak berarti pekerjaan mengalahkan waktu dan perhatian untuk membangun hubungan. Terlalu sering menghabiskan waktu di kantor dan pulang larut, lama-kelamaan akan berpengaruh buruk pada hubungan berpasangan.



Apalagi jika Anda atau pasangan sudah terlalu sering membatalkan janji untuk berdua, karena alasan pekerjaan. Asumsi yang muncul kemudian adalah apa yang menjadi prioritas Anda, karier atau hubungan berpasangan. Bagaimanapun, seberapa penting pekerjaan bagi Anda atau pasangan, waktu untuk membangun hubungan juga perlu dijadikan prioritas. Anda tentu tak ingin menikmati kesuksesan tanpa pasangan tempat Anda berbagi bukan?



3. Selingkuh

Berselingkuh secara fisik, umumnya takkan pernah diterima oleh pasangan manapun dan menyakitkan. Namun selingkuh tak hanya fisik atau seksual. Bahkan ada selingkuh lain yang jauh lebih menyakitkan karena sudah menggunakan emosi. Yakni Anda atau pasangan terikat secara emosional (perasaan) dengan orang ketiga. Bahkan pihak yang berselingkuh akan lebih nyaman dan banyak menggunakan waktunya dengan orang ketiga daripada pasangan. Meski pihak yang berselingkuh juga punya banyak waktu bersama pasangan pertamanya, namun kualitas waktu lebih banyak dibagi kepada pasangan selingkuh.



Perselingkuhan menjadi sumber konflik yang terkadang tak termaafkan bagi hubungan berpasangan, sekalipun Anda atau pasangan berusaha memperbaiki keadaan. Namun perilaku seperti ini tak bisa ditoleransi terus-menerus, dan perlu upaya dari keduabelah pihak untuk memperbaiki dan mengembalikan romantisme serta komitmen berpasangan. Bagaimanapun, pasangan dan juga Anda tak ingin menjadi nomor dua meski tetap dianggap yang terbaik bukan?



4. Tak menjaga penampilan

Memperhatikan penampilan, tampil gaya atau setidaknya mampu menyesuaikan acara akan membuat pasangan merasa lebih nyaman, bukan? Bersikap terlalu cuek, tanpa mempedulikan penampilan, asal memilih pakaian saat bersama pasangan membuat si dia akan menjaga jarak. Pakaian yang Anda pakai menentukan sikap Anda, yang menunjukkan bahwa pasangan penting bagi Anda, sehingga Anda merasa perlu menjaga penampilan.



Tak terlalu sulit mencari tahu apakah pasangan suka atau tidak dengan gaya berbusana Anda. Perhatikan komentar atau responsnya saat Anda memilih atau menggunakan pakaian. Jika si dia memberikan respons positif, tandanya dia menyukainya dan mempertahankan gaya itu. Jika si dia menjaga jarak atau menyampaikannya langsung bahwa pasangan tak menyukai gaya Anda, sebaiknya cobalah dengarkan dan mulai bercermin, jika memang ternyata Anda merasa tak cukup bergaya. Menjaga penampilan tak hanya untuk pasangan, namun juga untuk diri sendiri karena pakaian toh merepresentasikan diri Anda bukan?



5. Rewel

Ketika hubungan Anda dan pasangan bertambah dekat, kebiasaan dan keseharian masing-masing individu semakin terlihat. Bukan mustahil, Anda dan si dia sudah terlihat seperti saudara. Kedekatan ini membuat Anda atau pasangan kadang merasa terganggu dengan kebiasaannya. Jika pasangan mulai rewel dengan kebiasaan dan perilaku Anda, suasana jadi tak enak dan hubungan tak lagi nyaman.



Sebaiknya, bicarakan kalau memang kebiasaan pasangan yang menurut Anda menjengkelkan sudah sangat mengganggu dan menimbulkan pertengkaran. Jika masih bisa ditoleransi rasanya tak perlu diambil pusing dan biarkan saja pasangan hidup dengan caranya.



6. Terlalu protektif

Banyak pasangan mengalami perilaku ini. Ciri-cirinya, selalu saja cemburu dengan teman-teman pasangan, menuntut Anda mengurangi waktu bersama teman, mengkritik Anda karena terlalu sering berbelanja, bahkan menentukan kemana Anda sebaiknya pergi. Jika sudah seperti ini, hubungan tak sehat lagi.



Sebaiknya ajak bicara pasangan Anda, bahwa perempuan pun butuh waktu untuk dirinya bersama teman-temannya. Lebih penting lagi, perempuan juga bisa mandiri tanpa perlu dikontrol berlebihan. Cari solusinya dengan mengubah pola pikir, bahwa Anda dan pasangan tak bisa menuntut waktu namun bisa meminta waktu bersama yang lebih berkualitas. Ciptakan pasangan yang saling bertumbuh dengan memberi waktu bagi dirinya, dan membuat keputusan sendiri bukan saling mengatur.



7. Menghakimi teman dan keluarga

Pernahkah Anda atau pasangan saling mengeluh tentang teman atau keluarga? Keluhan seperti ini jika tidak ditanggapi dengan bijak akan menjadi sumber konflik. Cobalah untuk mengerti bahwa setiap individu atau keluarga memiliki kultur berbeda. Hindari konfrontasi dengan orang terdekat pasangan. Berusahalah menjadi orang yang disenangi di lingkungan dekat si dia.



8. Menjaga jarak

Meski hubungan sudah terjalin cukup lama, tak berarti kedekatan memudar. Cermati apakah pasangan sudah mulai menjaga jarak, seakan tak lagi tertarik bersama Anda. Tandanya tak lagi memperhatikan seperti pertama kali berusaha menggaet Anda, tak lagi mau memuji. Padahal, bentuk perhatian bisa didapatkan dari pujian meski sekadar mengatakan dia cantik atau tampan hari ini.



Buatlah pasangan merasa spesial jika hubungan ingin terus terjalin sehat. Lihat matanya saat bicara, dan jangan ragu memujinya. Sekadar telepon iseng di waktu senggangnya, bisa membuat pasangan merasa diperhatikan dan diinginkan, bukan?



9. Membatasi waktu bersama

Anda sudah berjanji menonton film kesukaannya, lantas dibatalkan atau ditunda setelah sekian lama. Jika sikap semacam ini seringkali terjadi dalam hubungan, tandanya si dia tak mengusahakan waktu bersama Anda. Tetapi jangan dulu curiga, sebaiknya bicarakan apakah memang si dia sedang sibuk atau sengaja mengulur waktu.



Hubungan bisa dirusak dengan perkara kecil yang luput dari perhatian Anda dan si dia. Jadi jangan anggap sepele komentar kecil tentang penampilan atau bahkan pujian tulus sekadar mengatakan betapa Anda mengesankan hari ini.



source: http://female.kompas.com/read/xml/2010/07/15/19302614/9.perilaku.pasangan.yang.tak.sehat.

Possting FB : Ronnie Axel